Senin, 20 Desember 2010

Puisi Cinta

"cinta dalam hati"


Saat itu,saat yang paling membuatku resah dan gelisah…
ketika tak sengaja ku jumpa dirimu,
paras cantikmu,tutur lembutmu dan gelak tawamu.
semua itu menggetarkan hati q,hati yang slama ini membeku.
tak q sangka,
cinta yg tumbuh subur dlm hatiku tlah membawa perubahan besar dlm hidupq. . .
sehebat itukah pesona dirimu,anugrah tuhan yg maha smpurna. . .
aq berharap dirimu mngerti akan smua yg q rasakan. . .
CINTA DALAM HATI ini selamanya milikmu. . .


"TAK PERNAH BERLALU"

Mungkin aku memang lemah
Mungkin aku tak pernah punyai lelah
Saat ku terdiam menangisi pergimu
Terus ku terpaku oleh harapan semu
Sepertinya… t’lah cukup banyak kutulis
T’lah cukup dalam hati ini kuiris
Agar bisa kucoba lagi cinta dari mula
Dengan ia yang mampu merasakannya
Namun cinta untukmu terus bertahan
Di sekeping sisa hati ini pun cinta untukmu kurasakan
Kerinduan hadirmu tak pernah bisa hilang
Oh Tuhan… bagaimana semua ini harus kuartikan ?


"seiring berlalu cintaku hilang"



tibalah saatnya ku tak lagi bersamamu..
ku akan meresapi luka bekas di benakku…
akan kau tau sebenarnya?
di dalam benakku kau terindah bagiku…
dan,kau adalah setengah bagian hidupku…
tapi…..
ku tak bisa mengungkapkannya langsung dengan……
ya,tuhan!
semoga kau mendengar isi hatiku
untuk itu ku mohon kepada mu
mudah-mudah dia bahagia dengan
orang lain yang lebih pantas
dari pada aku…..



Letih

Letih… ku berdiri di bawah terik mentari
Semenjak engkau melangkah menjauh pergi
Hingga rambut ini mulai memutih
Masih… tak kutemui engkau kembali
Letih… hanya saja raga ini b’lumlah mati
Hingga jiwa terus saja meminta tuk menunggumu disini
Sampai engkau hadir…
Sampai larut penantian menjadi bagian dari takdir




Sabtu, 18 Desember 2010

EDANE


EdanE adalah grup musik beraliran hard rock dan heavy metal Indonesia asal Jakarta yang mulai berkarya sejak tahun 1991. EdanE dikenal dengan permainan gitar edan dari Eet Sjahranie, personil motornya yang pernah sepanggung dengan musikus-musikus legendaris Indonesia seperti God Bless,Iwan Fals, dan Sawung Jabo.


Nama EdanE berasal dari singkatan nama Eet Sjahranie dan Ecky Lamoh, yang akhirnya menjadi E dan E. Saat terbentuk tahun 1991, EdanE terdiri atas Eet Sjahranie (gitar), Ecky Lamoh (vokal), Iwan Xaverius (bass), dan Fajar Satriatama (drum).
Sejarah

Setelah ikut bersama EdanE dalam merilis album pertama, "The Beast" (1992), Ecky sebagai vokalis meninggalkan EdanE, namun EdanE tak berganti nama. Heri Batara (Ucok) masuk untuk menggatikan Ecky, tapi tak lama kemudian juga meninggalkan EdanE. Posisinya diambil alih oleh Trison Manurung, mantan vokalis band Roxx.
Pada pertengahan tahun 2003, EdanE kembali mengalami pergantian vokalis, pada 9 Juli 2003 Trison mengundurkan diri dari EdanE, yang diikuti berita simpang siur mengenai pengunduran dirinya. Setelah Trison mengundurkan diri, EdanE mendapatkan vokalis baru, mantan anggota Razzle Band yaituRobby Matulandi, yang biasa membawakan lagu-lagu dari Guns n Roses, grup musik rock asal Amerika Serikat. Dengan hadirnya Robby sebagai vokalis, EdanE kembali mengusung musik beraliran hard rock dengan menonjolkan kemampuan individual masing-masing personilnya di album mereka. Menurut Eet Sjahranie, pergantian vokalis ini sering terjadi karena sejak pembuatan album Borneo, di antara personel EdanE terdapat ketidakseimbangan dalam hal memenuhi tuntutan musik EdanE.
EdanE telah merilis enam album, antara lain The Beast (1992), Jabrik (1994), Borneo (1996), 9299 (1999), 170 Volts (2002), dan Time To Rock (2005), dimana Album 9299 (Aquarius Musikindo) merupakan kompilasi lagu baru dan lagu lama, dengan lagu "Untuk Dunia", "Dengarkan Aku", dan "Rock On" yang menjadi hit single. Lagu lama yang masuk antara lain "Jabrik", "Ikuti" dan "Borneo" yang sarat dengan unsur etnik Dayak.


Karakter musik

Aliran musik EdanE adalah hard rock, walaupun Eet lebih suka menyebutnya rock saja. Menurut Eet dan Fajar, proses penciptaan musik EdanE banyak bertolak dari rif-rif yang dimainkan di studio yang kemudian berkembang menjadi komposisi dan akhirnya lagu, inilah sebabnya penggarapan album EdanE selalu lama. Untuk satu album EdanE bisa menghabiskan lebih dari seratus shift, jumlah yang cukup banyak bagi grup musik lain.
Sejak dirintis tahun 1991, manajemen EdanE telah berpindah dari tangan ke tangan. Saat pertama terbentuk ditangani oleh Ali Akbar, kemudian pindah ke Jimmy Doto, lalu ke Aci, dan pernah pula ditangani sendiri. Saat ini manajemen EdanE dipegang oleh Heri Batara dengan Rock On Management-nya.
Group EdanE pernah menjalankan kontrak dengan Sony BMG. Setelah lepas, mereka bergabung dengan Log Management yang dipimpin oleh Log Zhelebour. Log Zhelebour telah mengenal Eet Sjahranie sejak tahun 1989, pada saat Eet masih bergabung dengan grup musik God Bless dan menelurkan album "Raksasa" (1989) dan "Apa Kabar" (1997).

SAHABAT

Aku mencari sahabat,
Dalam cerah dan gundah
Dalam tawa dan air mata
Dalam asa dan hampa

Aku mencari sahabat,
yang menghampiri saat aku menjauh
yang menanyai sebelum menghakimi
yang tetap memegang ketika semua terlepas

Aku mencari sahabat,
Sebuah tempat bersahaja
Berbagi cita dan cinta

Aku mencari sahabat

Jika kalian tahu,
Cepat beritahu aku
Dimana sahabat itu berada

ISRA MI'RAJ


Isra Mi'raj (Arab:الإسراء والمعراج‎al-’Isrā’ wal-Mi‘rāğ) adalah dua bagian dari perjalanan yang dilakukan oleh Muhammad dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa ini Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapat perintah untuk menunaikansalat lima waktu sehari semalam.
Isra Mi'raj terjadi pada periode akhir kenabian di Makkah sebelum Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam hijrah ke Madinah. Menurut al-Maududi dan mayoritas ulama, Isra Mi'raj terjadi pada tahun pertama sebelum hijrah, yaitu antara tahun 620-621 M. Menurut al-Allamah al-Manshurfuri, Isra Mi'raj terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian, dan inilah yang populer. Namun demikian, Syaikh Shafiyurrahman al-Mubarakfuri menolak pendapat tersebut dengan alasan karena Khadijahradhiyallahu anha meninggal pada bulan Ramadan tahun ke-10 kenabian, yaitu 2 bulan setelah bulan Rajab. Dan saat itu belum ada kewajiban salat lima waktu. Al-Mubarakfuri menyebutkan 6 pendapat tentang waktu kejadian Isra Mi'raj. Tetapi tidak ada satupun yang pasti. Dengan demikian, tidak diketahui secara persis kapan tanggal terjadinya Isra Mi'raj.
Peristiwa Isra Mi'raj terbagi dalam 2 peristiwa yang berbeda. Dalam Isra, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam "diberangkatkan" oleh Allah SWT dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Lalu dalam Mi'raj Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Di sini Beliau mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan salat lima waktu.
Bagi umat Islam, peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang berharga, karena ketika inilah salat lima waktu diwajibkan, dan tidak ada Nabi lain yang mendapat perjalanan sampai ke Sidratul Muntaha seperti ini. Walaupun begitu, peristiwa ini juga dikatakan memuat berbagai macam hal yang membuat Rasullullah SAW sedih.

Jumat, 17 Desember 2010

KIAMAT Part IV

Huru-Hara Tanda Hampirnya Kiamat


Malapetaka yang melanda dunia hari ini memberikan satu isyarat kepada kita bahawa usia dunia sudah semakin lanjut ibarat seorang tua yang pernah digambarkan di dalam peristiwa Israk dan Mikraj.
Jika ketika itu usia dunia diumpamakan dengan seorang wanita tua yang sudah bongkok, bagaimanakah pula wanita tua itu di waktu ini?
Fenomena ketidakstabilan alam yang berlaku saban hari waktu ini seolah-olah tidak dapat dibendung lagi. Gempa bumi, tanah runtuh, banjir besar, peperangan, pembunuhan, kemalangan maut dan kesuburan maksiat semakin menjadi-jadi.
Sebagai contoh banjir kilat yang melanda di tengah-tengah kesibukan kotaraya Kuala Lumpur. Meskipun kecanggihan teknologi yang digunakan didakwa boleh membendung kejadian ini dari berlaku namun kuasa Allah tiada siapa dapat menghalangnya.
Sebagai seorang muslim yang beriman, kacau bilau yang berlaku tidak seharusnya dibiarkan berlalu tanpa sebarang iktibar dan renungan. Mengaitkan apa yang berlaku hanya dengan perubahan cuaca global dan faktor alam semulajadi hanya membutakan iman kita.
Jika diteliti ayat-ayat al-Quran dan hadis-hadis Nabi s.a.w pastinya terdapat panduan yang boleh memberikan penjelasan mengenai suasana yang berlaku hari ini.
Sabda Rasulullah s.a.w, “Hari kiamat tidak akan berlaku hinggalah harta benda menjadi melimpah ruah kemudian timbulnya bermacam fitnah dan banyaknya berlaku al-Harj. Sahabat bertanya baginda: Apakah al-Harj itu wahai Rasulullah? Baginda menjawab: Pembunuhan! Pembunuhan! Pembunuhan! Sebanyak tiga kali”. (Riwayat Ibnu Majah)
Perkataan al-Harj jika dilihat di dalam konteks hadis ini ia merangkumi makna yang lebih luas iaitu peperangan, huru-hara dan kacau bilau yang berlaku. Sebabnya semua suasana ini boleh membawa kepada hilangnya rasa selamat dan keamanan hidup manusia. Dalam erti kata lain ia membunuh kesejahteraan hidup manusia.
Di dalam hadis yang lain Nabi s.a.w pernah bersabda, “Barang siapa yang mahu melihat gambaran hari kiamat seolah-olah ia melihat dengan matanya sendiri, maka bacalah (surah-surah): (Apabila matahari digulung) dan (Apabila langit terbelah) dan (Apabila langit berkecai/terbelah)”. (Riwayat Imam Ahmad dan al-Tarmizi).
Ketiga-tiga ayat yang dinyatakan oleh Rasulullah s.a.w di atas ialah surah At-Takwir, Al-Infitar dan Al-Insyiqaq. Di dalam surah Al-Takwir Allah s.w.t menyatakan bahawa pada hari kiamat matahari yang gagah di langit akan digulung, bintang-bintang akan jatuh berguguran, gunung-ganang yang nampak gagah hancur berkecai. Allah juga menyatakan bahawa laut yang luas akan menjadi panas meluap-luap.
Di dalam surah Al-Infitar pula Allah menambah lagi penjelasan tentang fenomena kiamat dengan menyatakan akan terbelah dan terburainya langit kemudian bumi akan memuntahkan apa yang dikandungnya.
Begitu juga di dalam surah Al-Insyiqaq, Allah menjelaskan sekali lagi bahawa langit akan terbelah manakala bumi akan menjadi rata akibat kehancuran gunung-ganang dan bukit-bukau.
Menariknya di dalam ketiga-tiga surah ini dijelaskan bahawa ketika berlakunya suasana kacau bilau ini barulah manusia teringat akan apa yang telah dilakukan dan diabaikan. Di saat itu barulah timbul kesedaran dan keinsafan. Namun semuanya telah terlambat kerana pintu taubat sudah tertutup.
Setiap manusia akan berdepan dengan mahkamah Allah yang tiada langsung peluang untuk menipu dan berbohong. Setiap wajah akan tunduk memandang bumi, menunggu perbicaraan di Mahkamah Allah. Apakah selamat atau sebaliknya?
Membaca ketiga-tiga surah bukan sahaja boleh memberikan ilmu tentang fenomena kiamat malah boleh menimbulkan kegerunan dan ketakutan terhadap situasi dahsyat yang akan berlaku.
Cuba lihat matahari yang gagah di atas langit yang akan bergulung-gulung. Bayangkan pula langit yang kukuh akan terburai dan memuntahkan bintang-bintang hingga gugur ke bumi. Apakah ia tidak menggerunkan kita?
Perkara yang paling menakutkan apabila Allah bertanya: (Apakah yang memperdayakanmu hingga sanggup derhaka (waktu di dunia) kepada Tuhanmu Yang Maha Mulia). (Al-Infitar: 6).
Ayat ini seolah-olah satu tempelak terhadap manusia yang tidak mahu insaf meskipun peluang diberikan seluas-luasnya ketika hidup di dunia.
Gambaran ketakutan ini dinyatakan oleh Allah dengan menggunakan bahasa kiasan. Firman Allah, Dan apabila unta-unta bunting ditinggalkan.(At-Takwir: 4).
Unta adalah harta paling berharga di tanah Arab pada zaman baginda s.a.w. Unta merupakan kenderaan kelas pertama yang terdapat ketika itu. Apa yang dimaksudkan di dalam ayat ini ialah, ketika berlakunya kiamat setiap manusia akan takut dan risau dengan nasib diri sendiri hingga lupa kepada harta benda dan kemewahan yang dimiliki.
Begitulah sebahagian dari gambaran panjang lebar yang dijelaskan oleh Allah s.w.t. tentang fenomena hari kiamat di dalam ketiga-tiga surah di atas. Bagi seorang yang beriman pencarian tentang bila berlakunya hari kiamat adalah merupakan kerja sia-sia, malah ia boleh membawa kepada kesesatan akidah.
Justeru apabila Nabi s.a.w ditanya oleh Jibril a.s tentang bila berlakunya kiamat, Baginda menjawab: “Yang bertanya lebih tahu dari yang ditanya. Kerana baginda s.a.w hanya dimaklumkan tentang tanda-tandanya sahaja”. Tarikh berlakunya kiamat hanya menjadi rahsia Allah yang Maha Mengetahui dan Maha Berkuasa.

KIAMAT Part III

Pengertian, Definisi, Alam dan Peristiwa Sesudah Hari Kiamat - Alam Barzah, Yaumul Ba'ats dan Yaumul Mahsyar - Agama Islam


Hari kiamat adalah hari akhir kehidupan seluruh manusia dan makhluk hidup di dunia yang harus kita percayai kebenaran adanya yang menjadi jembatan untuk menuju ke kehidupan selanjutnya di akhirat yang kekal dan abadi. Iman kepada hari kiamat adalah rukum iman yang ke-lima. Hari kiamat diawali dengan tiupan terompet sangkakala oleh malaikat isrofil untuk menghancurkan bumi beserta seluruh isinya.
Hari kiamat tidak dapat diprediksi kapan akan datangnya karena merupakan rahasia Allah SWT yang tidak diketahui siapa pun. Namun dengan demikian kita masih bisa mengetahui kapan datangnya hari kiamat dengan melihat tanda-tanda yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW. Orang yang beriman kepada Allah SWT dan banyak berbuat kebaikan akan menerima imbalan surga yang penuh kenikmatan, sedangkan bagi orang-orang kafir dan penjahat akan masuk neraka yang sangat pedih untuk disiksa.
Dengan percaya dan beriman kepada hari kiamat kita akan didorong untuk selalu berbuat kebajikan, menghindari perbuatan dosa, tidak mudah putus asa, tidak sombong, tidak takabur dan lain sebagainya karena segala amal perbuatan kita dicatat oleh malaikat yang akan digunakan sebagai bahan referensi apakah kita akan masuk surga atau neraka.
Peristiwa dan Kehidupan Setelah Hari Kiamat :
1. Alam Kubur / Alam Barzah
Alam barzah adalah suatu dunia lain yang dimasuki seseorang setelah meninggal dunia untuk menunggu datangnya kebangkitan kembali pada hari kiamat. Pada alam kubur akan datang malaikat mungkar dan nakir untuk memberikan pertanyaan seputar keimanan dan amal perbuatan kita. Jika kita beriman dan termasuk orang baik, maka di dalam kubur akan mendapatkan nikmat kubur yang sangat menyenangkan daripada nikmat duniawi, sedangkan sebaliknya bagi orang yang tidak beriman kepada Allah SWT, siksa kubur praneraka yang pedih sudah menanti di depan mata.
2. Hari Kebangkitan / Yaumul Ba'ats
hari kebangkitan adalah hari dibangkitkannya seluruh manusia yang pernah hidup di dunia baik yang tua, muda, besar, kecil, hidup di zaman nabi adam as, baru lahir saat kiamat, dsb akan bangkit kembali dari mati untuk kemudian dihitung amal perbauatannya selama hidup di dunia. Seluruh manusia akan bangkit kembali dengan jasad / tubuh ketika masih muda dengan raut yang wajah berbeda-beda sesuai amal perbuatannya.
3. Yaumul Mahsyar
Yaumul mahsyar adalah tempat dikumpulkannya seluruh manusia dan makhluk hidup lainnya dari awal zaman hingga akhir jaman untuk dilakukan hisab atau peradilan tuhan yang sejati pada yaumul hisab. Selanjutnya akan diberangkatkan ke jembatan shirotol mustaqim untuk disortir mana yang masuk surga dan mana yang masuk neraka. Yang terjatuh di neraka akan menjadi penghuni neraka baik yang kekal abadi maupun yang hanya sementara hingga segala dosa-dosanya yang tidak terlalu berat itu termaafkan.

KIAMAT Part II

Pengertian Hari Kiamat, Tanda/Ciri Dan Macam/Jenis Kiamat (Hari Akhir)


A. Pengertian / Arti Definisi Hari Kiamat (Hari Akhir)
Hari Kiamat adalah peristiwa di mana alam semesta beserta isinya hancur luluh yang membunuh semua makhluk di dalamnya tanpa terkecuali. Hari kiamat ditandai dengan bunyi terompet sangkakala oleh Malaikan Israfil atas perintah dari Allah SWT.
Setelah semua makhuk yang hidup mati maka Allah SWT akan membali memerintahkan Malaikat Israfil untuk meniup terompet untuk yang kedua kali guna membangunkan orang semua yang telah mati untuk bangkit kembali mulai dari manusia pertama zaman Nabi Adam hingga manusia yang terakhir saat kiamat tiba untuk melaksanakan hari pembalasan.
B. Macam-Macam / Jenis-Jenis Kiamat
Kiamat ada dua macam, yakni :
1. Kiamat Sughra/Sughro (Kiamat Kecil)
Kiamat Sughra adalah kiamat kecil yang sering terjadi dalam kehidupan manusia yaitu kematian. Setelah mati roh seseorang akan berada di alam barzah atau alam kubur yang merupakan alam antara dunia dan akhirat.
Kiamat sughra sudah sering terjadi dan bersifat umum atau biasa terjadi di lingkungan sekitar kita yang merupakan suatu teguran Allah SWT pada manusia yang masih hidup untuk kembali ke jalan yang lurus dengan taubat.
2. Kiamat Kubra/Kubro (Kiamat Besar)
Kiamat kubra adalah kiamat yang mengakhiri kehidupan di dunia ini karena hancurnya alam semesta beserta isinya. Setelah kiamat besar maka manusia akan menjalani alam setelah alam barzah / alam kubur. Lihat Di Sini untuk melihat lebih rinci.
Kiamat kubra akan terjadi satu kali dan itu belum pernah terjadi dengan kejadian yang benar-benar luar biasa di luar bayangan manusia dengan tanda-tanda yang jelas dan pada saat itu segala amal perbuatan tidak akan diterima karena telah tertutup rapat.
C. Tanda-Tanda Hari Kiamat Akan Tiba
Kapan akan datang hari kiamat, tidak seorang pun tahu termasuk Nabi Muhammad SAW. Namun kita dapat mengetahuinya dengan memperhatikan tanda-tanda di mana hari kiamat akan datang, yaitu antara lain :
1. Asap di Timur dan Barat
2. Munculnya Dajjal
3. Muncul binatang melata di bumi (Dabatul Ard)
4. Terbit matahari sebelah barat
5. Turunnya Nabi Isa AS
6. Keluarnya Yakjuj dan Makjuj
7. Gerhana di timur
8. Gerhana di barat
9. Gerhana di jazirah Arab
10. Keluarnya api dari kota Yaman yang menghalau manusia ke tempat pengiringannya
Tambahan :
Persiapkan diri kita sebaik mungkin untuk menghadapi kiamat kecil dan kiamat besar karena itu pasti akan terjadi. Jadilah orang yang beriman dan bertakwa untuk selamat dari siksa neraka dan mendapat surga dari Allah SWT.

KIAMAT Part I

Rasulullah S.A.W. "Sesungguhnyakiamat itu tidak akan terjadi sebelum kamu melihat sepuluh tanda :-
  • 1 Asap
  • 2 Dajjal
  • 3 Binatang melata di bumi
  • 4 Terbitnya matahari sebelah barat
  • 5 Turunnya Nabi Isa A.S
  • 6 Keluarnya Yakjuj dan Makjuj
  • 7 Gerhana di timur
  • 8 Gerhana di barat
  • 9 Gerhana di jazirah Arab
  • 10 Keluarnya api dari kota Yamanmenghalau manusia ke tempat pengiringan mereka.
Dajjal maksudnya ialah bahayabesar yang tidak ada bahaya sepertinya sejak Nabi Adam A.S sampai harikiamat. Dajjal boleh membuat apa sahaja perkara-perkara yang luar biasa.Dia akan mendakwa dirinya Tuhan, sebelah matanya buta dan di antara keduamatanya tertulis perkataan 'Ini adalah orang kafir'. 
Asap akan memenuhi timur danbarat, ia akan berlaku selama 40 hari. Apabila orang yang beriman terkenaasap itu, ia akan bersin seperti terkena selsema, sementara orang kafirpula keadaannya seperti orang mabuk, asap akan keluar dari hidung, telingadan dubur mereka. 
Binatang melata yang dikenalisebagai Dabatul Ard ini akan keluar di kota Mekah dekat gunung Shafa, iaakan berbicara dengan kata-kata yang fasih dan jelas. Dabatul Ard ini akanmembawa tongkat Nabi Musa A.S dan cincin Nabi Sulaiman A.S.
Apabila binatang ini memukulkantongkatnya ke dahi orang yang beriman, maka akan tertulislah di dahi orangitu 'Ini adalah orang yang beriman'. Apabila tongkat itu dipukul ke dahiorang yang kafir, maka akan tertulislah 'Ini adalah orang kafir'. 
Turunnya Nabi Isa. A.S di negeriSyam di menara putih, beliau akan membunuh dajjal. Kemudian Nabi Isa A.Sakan menjalankan syariat Nabi Muhammad S.A.W. 
Yakjuj dan Makjuj pula akankeluar, mereka ini merupakan dua golongan. Satu golongan kecil dan satulagi golongan besar. Yakjuj dan Makjuj itu kini berada di belakang bendunganyang dibangunkan oleh Iskandar Zulqarnain. Apabila keluarnya mereka ini,bilangannya tidak terhitung banyaknya, sehingga kalau air laut Thahatiahdiminum nescaya tidak akan tinggal walau pun setitik. 
Rasulullah S.A.W telah bersabda," Hari kiamat itu mempunyai tanda, bermulanya dengan tidak laris jualandi pasar, sedikit sahaja hujan dan begitu juga dengan tumbuh-tumbuhan.Ghibah menjadi-jadi di merata-rata, memakan riba, banyaknya anak-anak zina,orang kaya diagung-agungkan, orang-orang fasik akan bersuara lantang dimasjid, para ahli mungkar lebih banyak menonjol dari ahli haq" 
Berkata Ali bin Abi Talib,Akan datag di suatu masa di mana Islam itu hanya akan tinggal namanya sahaja,agama hanya bentuk sahaja, Al-Qur'an hanya dijadikan bacaan sahaja, merekamendirikan masjid, sedangkan masjid itu sunyi dari zikir menyebut AsmaAllah. Orang-orang yang paling buruk pada zaman itu ialah para ulama, darimereka akan timbul fitnah dan fitnah itu akan kembali kepada mereka juga.Dan kesemua yang tersebut adalah tanda-tanda hari kiamat." 
Sabda Rasulullah S.A.W, "Apabilaharta orang kafir yang dihalalkan tanpa perang yang dijadikan pembahagianbergilir, amanat dijadikan seperti harta rampasan, zakat dijadikan sepertipinjaman, belajar lain daripada agama, orang lelaki taat kepada isterinya,menderhakai ibunya, lebih rapat dengan teman dan menjauhkan ayahnya, suara-suaralantang dalam masjid, pemimpin kaum dipilih dari orang yang fasik, oarngdimuliakan kerana ditakuti akan tindakan jahat dan aniayanya dan bukankerana takutkan Allah, maka kesemua itu adalah TANDA-TANDA KIAMAT
Sesungguhnya setiap makhluk hidup –apakah itu manusia, hewan, atau tumbuh-tumbuhan– memiliki tanda-tanda dari akhir kesudahan hidupnya di dunia. Tanda-tanda dekatnya kematian manusia adalah rambut beruban, tua, sakit, lemah. Begitu juga halnya dengan hewan, hampir sama dengan manusia. Sedangkan tumbuhan warna menguning, kering, jatuh, lalu hancur. Demikian juga alam semesta, memiliki tanda-tanda akhir masanya seperti kehancuran dan kerusakan.Saa’ah asalnya adalah sebagian malam atau siang. Dikatakan juga: Saa’at segala sesuatu berarti waktunya hilang dan habis. Dari makna ini, maka saa’ah atau kiamat mengandung dua macam, yaitu : Saa’ah khusus bagi setiap makhluk, seperti tanaman binatang dan manusia ketika mati; dan bagi sebuah umat jika datang ajalnya. Itu semua dikatakan telah datang saatnya. Saa’ah umum bagi dunia secara keseluruhan ketika ditiup sangkakala, maka hancurlah segala yang di langit dan di bumi.
Bagaimana dengan kiamat yang sebenarnya? Tentu saja lebih dahsyat, lebih besar, dan lebih mengerikan. Dan Alquran banyak menyebutkan tentang kejadian di hari kiamat. Terjadinya kiamat adalah hal yang gaib. Hanya Allah saja yang tahu. Tidak satu pun dari makhlukNya mengetahui kapan kiamat, baik para nabi maupun malaikat. Allah SWT. Berfirman, “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat.” (Luqman 34).

Kamis, 16 Desember 2010

MESKI KAU TAK KUMILIKI


Apa yang kau rasa
ku hanya bisa menatap cinta,
dinding hatiku bagai lorong kosong…
Hampa tak berwarna.
Namun Tak bisa nyawa bernafas dalam jika…
tak sanggup nadi berdenyut dalam andai
tak kuasa jantung memompa dalam seumpama
dan demi hidup
biar kulepas hasrat
kesampingkan manfaat
mungkin meramu kecewa jadi bahagia adalah tabibnya
kan tulus janji setia hati mengisi
meski kini kau tak kumiliki
tak akan kuhindari jika ini ridho Illahi
jangan anggap diri berlari
pun juga hindari
kuhanya inginkan kebahagiaan hakiki dari Yang Maha Suci
sampai nanti kudapati,
dan tak ada tempat tuk rapuh lagi….
Berbahagialah…..

SELAMAT DATANG KEMBALI, SAYANG


***
Angin syahdu mendendang senandung merdu
bait demi bait terlantun,
mekarkan kembang hidupkan taman.
Ini kisah gembira, tentang kembalinya sang Bayu nan
teduh;
Sang kawan sejati,
Sang teman sehati,
kala menatap Cinta.
Dinda, mengapa pergi demikian lama?
Tak tahukah engkau rindu tlah menggunung?
Kini engkau kembali, wahai putri jelita
Kini kerinduan tlah terobati,
Berganti gejolak yang tak kalah merisaukan;
Penantian akan Senyum yang kau tebar,
Senyum termanis dari jiwa yang Indah.
Dan,
Tanganpun terulur sambut semerbak kembang setaman;
“Mari dinda, warnai samudra dengan goresan pena.”

Senin, 13 Desember 2010

Antara Ilmu dan Amal

Antara Ilmu dan Amal 
Oleh: Aep Saepulloh Darusmanwiati** 
Lisensi Dokumen 
Copyright Aep Saepulloh, www.indonesianschool.org 
Seluruh dokumen di  www.indonesianschool.org dapat digunakan, 
dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial 
(nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut 
penulis dan pernyataan copyright  yang disertakan dalam setiap 
dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali 
mendapatkan ijin terlebih dahulu dari penulis, indonesianschool.org. 
Tidak diragukan lagi bahwa Islam menaruh perhatian sangat besar terhadap 
ilmu. Banyak nash, baik dari al-Qur'an maupun dari al-hadits yang menjelaskan 
tentang fadhailul 'ilm wal 'alim (keutamaan ilmu dan orang yang berilmu). Simak saja 
misalnya firman Allah dalam surat al-Mujadalah ayat 11: "Allah akan mengangkat 
derajat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang berilmu". 
Ibnu Abbas dalam tafsirnya—sehubungan dengan ayat ini—mengatakan bahwa 
derajat para ulama jauh di atas derajat orang yang beriman dengan perbandiangan 
1:70 yang jarak antara satu derajat dengan  derajat lainnya sama dengan perjalanan 
yang menghabiskan waktu selama 500 tahun. 
Saking besarnya perhatian Islam terhadap ilmu ini, hampir semua sisi 
kehidupan mulai sejak lahir sampai pada saat menjelang ajal selalu ditekankan 
mengenai ilmu. Perhatikan misalnya, ketika bayi baru lahir, Rasulullah menganjurkan 
untuk diperkenalkan ilmu mengenal Allah, Tuhan semesta alam dan Nabi Muhammad 
sebagai utusanNya melalui adzan di telinga kanan dan  iqamah di telinga kirinya 
(terlepas dari khilafiyyah boleh tidaknya hal itu dilakukan). Menginjak dewasa 
sampai menjadi orang tua, juga terus dianjurkan untuk melafalkan kalimah thayyibah
melalui doa yang harus dipahami sebagai  sebuah proses pembelajaran. Bahkan, doa 
sapu jagat yang sering kita ucapkan, juga merupakan permohonan untuk diberikan 
ilmu karena kata  fiddunya hasanah  dalam doa dimaksud ditafsirkan oleh para 
mufassir, sebagaimana dikutip Imam al-Ghazali dalam  al-Ihya, dengan ilmu dan 
ibadah. Menjelang ajal sekalipun tetap dianjurkan untuk berilmu melaui  talqin 
kalimah thayyibah, menuntun si sakit untuk tetap mengenal dan menghadirkan Allah 
Yang Maha Kuasa. Oleh karena itulah, dalam sebuah hadits dikatakan: "Carilah ilmu 
sejak mulai dari buaian sampai menjelang ajal". 
Dalam hadits lain disebutkan bahwa orang yang berilmu jauh di atas tukang 
ibadah yang jahil (bodoh). "Keutamaan orang yang berilmu atas orang yang rajin 
beribadah ibarat keutamaan bulan purnama atas semua bintang". Bahkan dalam 
hadis lain disebutkan: "Tidurnya orang yang berilmu lebih utama daripada 
ibadahnya orang yang bodoh". Kedua hadits ini harus dipahami bahwa seorang alim
(orang yang berilmu) lebih utama dari seorang  abid (tukang ibadah) lantaran 
bagaimana mungkin seseorang dapat melaksanakan ibadahnya secara benar kalau 
tidak tahu ilmunya. Sementara si alim, tidurpun berdasarkan ilmunya. 
Setelah kita memperhatikan  nash-nash yang menjelaskan keutamaan orang 
yang berilmu, kini marilah kita simak salah satu sabda Nabi Saw berikut ini: 
"Sesungguhnya manusia yang paling berat siksanya kelak di hari kiamat adalah 
orang yang berilmu akan tetapi ilmunya tidak bermanfaat" (HR. Ahmad dan 
Baihaki). Demikian juga masih dalam riwayat yang sama, Rasulullah bersabda: 2
"Kelak penduduk neraka akan berteriak-teriak sambil menutup hidung mereka. 
Mereka mengatakan: "Siapa kamu ini, mengapa tubuh kamu sangat bau seperti ini? 
Kami sudah sangat pedih dengan siksa ini, kini kamu tambah dengan aroma bau  
kamu yang menyengak". Orang itu lalu berkata: "Dulu waktu di dunia saya ini 
adalah orang yang berilmu akan tetapi ilmu saya ini tidak bermanfaat". 
Bila hadits-hadits sebelumnya menerangkan keutamaan orang yang berilmu, 
maka dalam dua riwayat ini justru sebaliknya; mencela dan menyiksa orang yang 
berilmu yang dengan ilmunya tidak mendatangkan manfaat baik bagi dirinya sendiri 
maupun bagi orang lain. Kedua riwayat ini juga sekaligus mengisyaratkan bahwa 
dalam Islam tujuan mencari ilmu adalah untuk diamalkan bukan  sekedar penghias 
bibir, pemoles kata dan bukan pula semata untuk mencari harta. Ilmu yang didapat 
harus dapat bermanfaat bagi diri sendiri maupun untuk orang lain. Bermanfaat bagi 
diri sendiri dimaksudkan mampu membimbing diri ke arah yang lebih baik, 
mengubah diri dan laku ke arah yang lebih diridhai-Nya.  Bermanfaat bagi orang lain 
dapat diartikan mampu memberikan  atsar (efek baik) kepada orang-orang dalam 
menuju kehidupan yang lebih bernilai di sisi Allah Swt. Dengan bahasa lebih mudah, 
orang menuntut ilmu adalah untuk beramal.  
Oleh karena itu, dalam kitab  Durratun Nashihin disebutkan bahwa ilmu 
merupakan kumpulan dari huruf ain,  lam dan mim yang masing-masing mempunyai 
makna tersendiri. Huruf pertama, ain, merupakan singkatan dari  'illiyyin yang berarti 
bahwa orang yang berilmu akan memperoleh kedudukan yang tinggi di sisi Allah 
sebagaimana firmanNya dalam surat al-Mujadalah ayat 11; "Allah akan mengangkat 
derajat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang berilmu". 
 Namun, derajat 'illiyyin dapat diraih setelah dia dapat melaksanakan dua tahap 
sebelumnya yaitu,  luthf (huruf kedua,  lam) dan mulk (huruf ketiga, mim). Sifat  luthf
yang dimaksud adalah sifat lembut, tawadhu, tidak sombong dengan ilmu yang 
dimilikinya. Dia selalu yakin bahwa ilmu yang didapat bukan untuk disombongkan 
tapi untuk diamalkan.  Sedangkan makna  mulk adalah mampu menguasai diri 
(mengendallikan diri). Bila orang tersebut cepat emosi, sering melakukan dosa dan 
kesalahan, maka menurut pengarang  Durratun Nasihin dia belum cocok disebut 'alim
karena dia belum mampu mengendalilkan diri dan hawa nafsunya. Dan secara 
otomatis, derajatnya tidak illiyyin di sisi Allah Swt. 
Apa yang disodorkan pengarang Durratun Nasihin ini, sesungguhnya hendak 
memperkokoh bahwa ilmu memang harus berwujud dalam laku (amal). Dari sini kita 
dapat menarik benang merah bahwa ilmu dan amal adalah dua hal yang tidak dapat 
dipisahkan. Ilmu adalah untuk amal dan amal harus berdasarkan ilmu. Hadits yang 
mengatakan 'tidurnya orang yang berilmu lebih baik dari pada ibadahnya orang yang 
jahil'  sebagaimana telah disebutkan di atas, mengisyaratkan bahwa setiap amal 
memang harus berdasarkan ilmu. Betapa rajinnya seorang  'abid beribadah, bila ia 
melaksanakannya tanpa ilmu, bukan saja tidak akan diterima malah akan mendapat 
siksa. Sebaliknya, betapa banyaknya ilmu yang dimiliki seseorang, namun bila tidak 
berwujud dalam amal perbuatan, juga hanya akan menabur siksa kelak di hari akhir. 
Karena itu, Islam sesungguhnya bermaksud mendorong ummatnya untuk  berilmu 
amaliyyah (berilmu untuk diamalkan) dan  beramal ilmiyyah (beramal berdasarkan 
ilmu). 
Berkaitan dengan masalah ilmu dan amal ini, marilah kita simak penuturan 
Imam al-Ghazali dalam buku kecilnya yang berjudul  Khulashah at Tashanif fit 
Tasawwuf. Buku yang  awalnya berbahasa Parsi, dan dialihbahasakan ke dalam 
bahasa Arab oleh Muhammad Amin al-Kurdi an-Naqsabandi ini merupakan jawaban 
terhadap keluhan salah seorang muridnya. Dalam keluhannya itu, sang murid 3
mengadu bahwa ia telah menghabiskan semua masanya untuk terus mencari berbagai 
disiplin ilmu. Namun setelah ilmu itu diraih, ia bingung mana diantara ilmu tersebut 
yang dapat memberinya hidayah sekaligus bekal kelak di akhirat. Ia lalu memohon 
nasihat, petunjuk dan doa dari gurunya, Imam al-Ghazali. Berikut saya terjemahkan 
point-point penting dari jawaban Imam al-Ghaali dimaksud.  
"Wahai anakku, sesungguhnya semua nasihat dari para shalihin terdahulu 
semuanya sudah tertulis dalam hadits Nabi. Cukup semua itu kamu jadikan pelajaran 
dan nasihat. 
Wahai anakku, dikisahkan bahwa sepeninggal al-Junaid (seorang sufi 
besar=pent.), para sahabat dekatnya bermimpi bertemu dengannya. Para sahabatnya 
lalu bertanya: "Apa yang telah Allah perbuat kepada kamu?" Al-Junaid menjawab: 
"tidak berguna semua isyarat itu, tidak berfaidah semua ungkapan-ungkapan  itu, 
tidak bermanfaat ilmu-ilmu itu, tidak membantu catatan-catatan itu, akan tetapi yang 
membantu dan bermanfaat bagi kami hanyalah shalat yang kami lakukan di tengah 
malam". 
 Ketahuilah dengan yakin wahai anakku, ilmu saja tanpa amal tidak akan 
menyelamatkan kamu kelak di hari kiamat. Coba kamu bayangkan, bagaimana 
menurut kamu, seorang tukang perang yang memiliki 10 pedang dan ratusan anak 
panah berikut busurnya, lalu tiba2 dihadang seekor harimau besar, apakah semua 
senjatanya dapat menolong dia dengan sendirinya tanpa ia pergunakan? Kamu tentu 
secara yakin akan menjawab tidak. Demikian juga halnya jika seseorang mengetahui 
100.000 masalah akan tetapi ia tidak mengamalkannya satu pun, maka anda pun tahu, 
semua ilmunya itu tidak ada faidah buat dia sedikitpun. 
 Anakku, setiap hari hatimu selalu diseru—meskipun kamu tidak mendengar—
"ma tashna'u bi ghairi wa anta mahfufun bi khairi", "mengapa kamu tega  berbuat 
untuk selain-Ku, padahal kamu selalu dikelilingi kebaikan-Ku". 
 Anakku, ilmu tanpa amal adalah gila, dan amal tanpa ilmu adalah asing. 
Karena jika ilmu tidak menjauhkan kamu dari ma'siat, maka kelak ia tidak akan 
menjauhkan kamu dari neraka jahannam. Jika hari ini kamu tidak beramal shalih, 
maka kelak di hari kiamat kamu akan berkata: "Ya Allah kembalikan kami ke dunia 
niscaya kami akan berbuat baik". Lalu akan dikatakan kepadamu: "Apakah kami tidak 
memberikan umur kepadamu". 
 Anakku, jangan pernah lupa, bawalah  ruhmu dalam taat sebelum ruhmu lari 
dari jasad (mati). Ketahuilah, dunia hanyalah persinggahanmu sementara sampai 
suatu saat kamu pindah ke kubur. Mereka ahli kubur setiap detik menunggumu. 
Berhati-hatilah jangan sampai kamu pergi kepadanya tanpa bekal.  
 Anakku, jika ilmu saja tanpa amal cukup bagimu, apa yang akan kamu 
katakan ketika penyeru berkata: "Apakah termasuk orang yang bertaubat, orang yang 
meminta ataukah termasuk orang yang memohon ampun?". Dalam hadits Shahih 
dikatakan ketika setengah malam sudah berlalu, dan saat orang-orang tidur lelap, 
Allah menyeru: " Apakah termasuk orang yang bertaubat, orang yang meminta 
ataukah termasuk orang yang memohon ampun?". Karena itu, Rasulullah 
menganjurkan ummatnya agar setiap malam shalat, dzikir dan memohon ampun.  
Janganlah kamu terlalu banyak tidur pada malam hari karena akan membuat kamu 
fakir kelak di hari kiamat. 
 Sufyan at-Tsauri pernah berkata: "Jika awal malam tiba, dari bawah arasy 
terdengar seruan: "Apakah tukang-tukang ibadah bangun?" Maka berdirilah mereka 
dan merekapun melaksanakan shalat. Bila tengah malam tiba, terdengar seruan lagi: 
"Apakah hamba-hambaKu yang tunduk telah bangun?" Bangun pula lah mereka dan 
kembali melakukan shalat malam sampai waktu sahur tiba. Bila waktu sahur tiba, 4
terdengar lagi seruan: "Apakah orang-orang yang memohon ampun telah bangun?" 
Berdiri pula lah mereka memohon ampun sampai datang waktu fajar. Bila waktu fajar 
tiba, terdengar kembali seruan: "Apakah orang-orang lalai telah bangun?" Bangunlah 
mereka dari tempat tidur masing-masing seperti ketika dibangunkannya orang yang 
telah mati kelak dari kubur. 
 Anakku, renungkanlah nasihat lukman: "Wahai anakku, janganlah kamu 
jadikan ayam-ayam itu lebih geliat dari pada kamu. Ia kongkorongok, berkokok pada 
waktu sahur sementara kamu masih tidur. 
 Anakku, banyak hal yang tidak cukup saya jelaskan dengan ucapan dan tulisan 
karena dia sifatnya filling (dzauqi). Semua yang bersifat filling tidak bisa dicapai 
dengan lisan dan tulisan tapi harus melalui  amal perbuatan, praktek. Ketika kamu 
hendak menjelaskan pada seseorang apa itu pahit, manis, maka semua itu tidak cukup 
dengan lisan dan tuisan tapi harus langsung melalui amal perbuatan,  mencoba. 
 Anakku, jika orang yang impoten menanyakan bagaimana nikmatnya  jima' 
(hubungan badan), maka jawaban lisan dan tulisan tidaklah cukup baginya, tapi harus 
melalui praktek langsung.  
 Anakku, al-Syibli (seorang sufi besar=pent.) pernah berkisah bahwa dia telah 
berguru kepada 400 syaikh, juga sudah membaca lebih dari 4000 hadits, akan tetapi 
dari sekian banyak hadits di atas ia hanya memilih satu hadits saja dan meninggalkan 
yang lainnya. Ia melihat hadits tersebutlah yang dapat dijadikan petunjuk untuk 
meraih keselamatan kelak di hari akhir. Hadits tersebut adalah: 
إﻋﻤﻞ ﻟѧﺪﻧﻴﺎك ﺑﻘѧﺪر ﻣﻘﺎﻣѧﻚ ﻓﻴﻬѧﺎ واﻋﻤѧﻞ ﻵﺧﺮﺗѧﻚ ﺑﻘѧﺪر ﺑﻘﺎﺋѧﻚ ﻓﻴﻬѧﺎ واﻋﻤѧﻞ ﷲ
ﺑﻘﺪر ﺣﺎﺟﺘﻚ إﻟﻴﻪ واﻋﻤﻞ ﻟﻠﻨﺎر ﺑﻘﺪر ﺻﺒﺮك ﻋﻠﻴﻬﺎ.
"Berbuatlah untuk urusan duniamu menurut ukuran berapa lama kamu tinggal di 
dalamnya. Berbuatlah untuk akhiratmu menurut ukuran kekekalan kamu tinggal di 
dalamnya. . Berbuatlah untuk Allah menurut kebutuahanmu kepadaNya dan 
berbuatlah untuk neraka menurut ukuran kesabaranmu di dalamnya." 
 Anakku, pahamilah hakikat dari ibadah dan tha'ah. Apa itu ibadah? Ibadah 
adalah mengikuti petunjuk  Syari (Allah dan RasulNya) baik yang menyangkut 
perintah maupun larangan. Apabila kamu melakukan suatu perbuatan yang tidak ada 
perintahnya dari  Syari', maka itu bukan ibadah, meskipun perbuatan tersebut dalam 
bentuk dan wujud ibadah. Bahkan, terkadang sesungguhnya perbuatan tersebut 
hakikatnya  adalah sebuah perbuatan maksiat, meskipun dalam wujud puasa atau 
shalat. Bukankah orang yang berpuasa pada hari Tasyriq atau pada hari raya Idul Fitri 
dan Adha dipandang sebagai orang yang berdosa? Padahal ia melakukannya dalam 
bentuk ibadah.  Kenapa demikian? Karena tidak ada perintah dari  syari'. Demikian 
juga, orang yang shalat pada waktu-waktu yang dimakruhkan atau di tempat-tempat 
hasil dari perbuatan ghasab, ia tetap dipandang sebagai pembuat dosa. 
 Sebaliknya, apabila seorang suami bercanda dengan isterinya, maka ia 
berpahala meskipun perbuatan tersebut dalam bentuk canda. Kenapa? Karena 
bercanda dengan isteri dan mahram lainnya adalah diperintahkan. Oleh karena itu, 
maka hakikat ibadah adalah melaksanakan perintah, bukan semata shalat atau puasa. 
Karena shalat dan puasa itu tidak menjadi ibadah apabila tidak diperintahkan.  
 Anakku, ketahuilah bahwa yang disebut dengan tasawwuf adalah melekatnya 
dua komponen penting dalam diri seseorang: jujur kepada Allah (al-shidqu ma'allah) 
dan bermuamalah dengan baik terhadap sesama manusia. Setiap orang yang jujur 
kepada Allah dan bermuamalah secara baik dengan sesama manusia, maka ia disebut 5
dengan seorang sufi (ahli tasawuf). Jujur kepada Allah maksudnya adalah merelakan 
kepentingan pribadi demi perintah  Allah. Sedangkan yang dimaksud dengan 
bermuamalah dengan baik adalah senantiasa mengutamakan kepentingan mereka 
(orang lain) dari pada kepentingan diri sendiri, selama kepentingan mereka itu selaras 
dengan ketentuan syara. 
 Anakku, tahukah kamu apa yang dimaksud dengan hakikat dari penyembahan 
kepada Allah? Ia adalah  upaya untuk selalu menghadirkan Allah dalam segala gerak 
gerik hamba tanpa ada pikiran dan rasa apapun dari selainNya. Dan hal ini tidak akan 
tercapai kecuali dengan tiga hal: 1) senantiasa bergegas dalam melaksanakan 
perintaNya, 2) ridha atas  qadha dan  qadar juga pembagian dari Allah, dan 3) 
menghindari rasa menyesal atas  pilihan yang telah diberikan oleh Allah kepadamu 
sekalipun pilihan itu bukan pilihanmu.  
 Anakku, tahukah kamu apa itu  tawakkal? Tawakal adalah kamu betul betul 
yakin bahwa apa yang sudah menjadi bagian kamu, pasti akan sampai kepadamu 
sekalipun semua penghuni dunia ini menghalanginya. Demikian juga, apa yang bukan 
bagian kamu, tidak akan pernah sampai kepadamu meskipun seluruh penghuni dunia 
ini turut membantumu.  
 Anakku, tahukah kamu apa itu  ikhlas? Ikhlas adalah upaya untuk menjadikan 
seluruh perbuatan kamu hanya karena Allah, dalam pengertian, tidak terbesit 
sedikitpun dalam hati kamu untuk memperoleh balasan, pujian atau apapun dari 
sesama manusia, baik ketika sedang melakukan perbuatan tersebut maupun 
setelahnya. Di antara ciri keikhlasan adalah, kamu tidak merasa bahagia dan bangga 
dengan pujian dari manusia, juga kamu tidak merasa bersedih hati, kecewa tatkala 
mereka mencela dan menghina kamu. Berlakulah biasa dan sama dalam dua keadaan 
tersebut.  
 Anakku, bila suatu saat seorang penguasa hendak berkunjung ke rumahmu, 
maka kamu akan memoles dan menata dengan baik semua benda yang diyakini akan 
dilihat oleh penguasa tersebut. Bila dengan  penguasa saja seperti itu, maka apalagi 
dengan Allah. Bukankah dalam sebuah hadits Rasulullah pernah bersabda, bahwa 
Allah hanya akan melihat hati dan amalmu dan bukan harta serta kecantikanmu? Bila 
tahu itu, maka kamu harus segera memperindah, mempersiapkan sebaik mungkin hati 
dan amal kamu sebelum Allah datang "berziarah" kepadamu. 
 Terakhir, wahai anakku, saya ajarkan kepada kamu sebuah doa yang 
sebaiknya kamu baca sesering mungkin terutama setelah shalat. Semoga dengan do'a 
ini dapat membantu kamu untuk terus beramal: 
اَﻟﱠﻠﻬُѧѧﻢﱠ إِﻧﱢѧѧﻲ أَ ﺳْ ѧ ѧ ﺄَ ﻟُ ﻚَ ﻣِ ѧ ѧ ﻦَ ا ﻟ ﻨﱢ ﻌْ ﻤَ ѧ ѧ ﺔِ ﺗَﻤَﺎﻣَﻬَѧѧﺎ, وَ ﻣِ ѧ ѧ ﻦَ ا ﻟْ ﻌِ ѧ ѧﺼْ ﻤَ ﺔِ دَوَاﻣَﻬَѧѧﺎ, وَ ﻣِ ѧ ѧ ﻦَ ا ﻟ ﺮﱠ ﺣْ ﻤَ ѧ ѧ ﺔِ
ﺷُﻤُﻮْﻟَﻬَﺎ, وَ ﻣِ ﻦَ اْ ﻟ ﻌَ ﺎ ﻓِ ﻴَ ﺔِ ﺣُﺼُ ﻮْ ﻟََ ﻬَ ﺎ. وَ ﻣِ ﻦَ ا ﻟْ ﻌَ ﻴْﺶِ أَ رْ ﻏَ ﺪَ ﻩْ, وَ ﻣِ ﻦَ ا ﻟْ ﻌُﻤْ ﺮِ أَ ﺳْ ѧ ﻌَ ﺪَ ﻩْ, وَ ﻣِ ѧ ﻦَ
اْﻹﺣْﺴَﺎنِ أَ ﺗَ ﻤً ﻪْ, وَ ﻣِ ﻦَ ْ اِ ﻹ ﻧْ ﻌَ ѧ ﺎ مِ أَ ﻋَ ﻤﱠ ѧ ﻪْ, وَ ﻣِ ѧ ﻦَ ا ﻟْ ﻔَ ѧﻀْ ﻞِ أَ ﻋْ ﺬَ ﺑَ ѧ ﻪْ, وَ ﻣِ ѧ ﻦَ ا ﻟﱡ ﻠ ﻄْ ѧ ﻒِ أَ ﻗْ ﺮَ ﺑَ ѧ ﻪْ, 
وَ ﻣِ ﻦَ ا ﻟْ ﻌَ ﻤَ ﻞِ أَﺻْ ﻠَ ﺤَ ﻪْ, وَ ﻣِ ﻦَ ا ﻟْ ﻌِ ﻠْ ﻢِ أَ ﻧْ ﻔَ ﻌَ ﻪْ, وَ ﻣِ ﻦَ ا ﻟ ѧ ﺮﱢ زْ قِ أَ وْ ﺳَ ѧ ﻌَ ﻪْ. اَ ﻟﱠ ﻠ ﻬُ ѧ ﻢﱠ آُ ѧ ﻦْ ﻟَ ﻨَ ѧ ﺎ وَﻻ
ﺗَ ﻜُ ﻦْ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ. أَ ﻟﱠ ﻠُ ﻬُ ﻢﱠ ا ﺧْ ﺘِ ﻢْ ﺑِ ﺎ ﻟ ﺴﱠ ﻌَ ﺎَ دَ ةِ ﺁﺟَﺎﻟَﻨَﺎ, وَ ﺣَ ﻘﱢ ﻖْ ﺑِ ﺎ ﻟ ﺰﱢ یَ ﺎ دَ ةِ أَ ﻋْ ﻤَ ﺎ ﻟَ ﻨَ ﺎ, وَ ا ﻗْ ﺮِ نْ ﺑِ ﺎ ﻟْ ﻌَ ﺎِ ﻓ ﻴَ ѧ ﺔِ
ﻏَﺪْوَﻧَﺎ وَﺁﺻَﺎﻟَﻨَﺎ. وَ ا ﺟْ ﻌَ ﻞْ إِﻟَﻰ رَ ﺣْ ﻤَ ﺘِ ﻚَ ﻣَﺼِﻴْﺮَﻧَﺎ وَ ﻣَ ﺂ ﻟَ ﻨَ ѧ ﺎ, وَ اﺻْ ѧ ﺒِ ﺐْ ﺳَ ѧ ﺠﱠ ﺎ لَ ﻋَ ﻔْ ѧ ﻮِ كَ6
ﻋَﻠَﻰ ذُ ﻧُ ﻮْ ﺑِ ﻨَ ѧ ﺎ, وَ ﻣُ ѧ ﻦﱠ ﻋَﻠَ ﻴْ ﻨَ ѧ ﺎ ﺑِ ﺈِﺻْ ѧ ﻼ حِ ﻋُ ﻴُ ﻮْ ﺑِ ﻨَ ѧ ﺎ. وَ ا ﺟْ ﻌَ ѧ ﻞِ اﻟﺘﱠﻘْѧﻮَى زَ ا دَ ﻧَ ѧ ﺎ, وَ ﻓِ ѧ ﻰ دِیْﻨِѧﻚَ
ا ﺟْ ﺘِ ﻬَ ﺎ دَ ﻧَ ﺎ, وَ ﻋَ ﻠَ ﻴْ ﻚَ ﺗَﻮَآﱡﻠَﻨَﺎ وَ ا ﻋْ ﺘِ ﻤَ ﺎ دَ ﻧَ ﺎ. إِﻟَﻬَﻨَﺎ ﺛَﺒﱢﺘْﻨَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﻧَ ﻬْ ﺞِ اْ ﻹ ﺳْ ﺘِ ﻘَ ﺎ ﻣَ ﺔِ, وَأَﻋِﺬْﻧَﺎ ﻣِ ѧ ﻦْ
ﻣُﻮْﺟِﺒَѧѧѧﺎتِ ا ﻟ ﻨﱠ ﺪَ ا ﻣَ ѧ ѧ ѧ ﺔِ یَѧѧѧﻮْمَ ا ﻟْ ﻘِ ﻴَ ﺎ ﻣَ ѧ ѧ ѧ ﺔِ. وَﺧَﻔﱢѧѧѧﻒْ ﻋَﻨﱠѧѧѧﺎ ﺛَ ﻘْ ѧ ѧ ѧ ﻞَ ا ﻷ وْ زَ ا رِ, وَاْرزُﻗْﻨَѧѧѧﺎ ﻋِ ﻴ ѧ ѧ ѧ ﺸَ ﺔَ
ا ﻷ ﺑْ ѧ ѧ ﺮَ ا رِ. وَاآْﻔِﻨَѧѧﺎ وَ اﺻْ ѧ ѧ ﺮِفْ ﻋَﻨﱠѧѧﺎ ﺷَ ѧ ѧ ﺮﱠ ا ﻷ ﺷْ ѧ ѧ ﺮَ ا رِ. وَ أَ ﻋْ ﺘِ ѧ ѧ ﻖْ رِﻗَﺎﺑَﻨَѧѧﺎ وَ رِ ﻗَ ѧ ѧ ﺎ بَ ﺁﺑَﺎﺋِﻨَѧѧﺎ
وَ أُ ﻣﱠ ﻬَ ﺎ ﺗِ ﻨَ ﺎ ﻣِ ﻦَ ا ﻟ ﻨﱠ ѧ ﺎ رِ وَ ا ﻟ ѧ ﺪﱠ یْ ﻦِ وَ ا ﻟْ ﻤَ ﻈَ ѧ ﺎ ﻟِ ﻢِ یَѧﺎ ﻋَ ﺰِ یْ ѧ ﺰُ یَѧﺎ ﻏَ ﻔﱠ ѧ ﺎ رُ, یَѧﺎ آَ ѧ ﺮِ یْ ﻢُ یَѧﺎ ﺳَѧﺘﱠﺎرُ, یَѧﺎ
ﺣَ ﻠِ ﻴْ ﻢُ یَﺎ ﺟَ ﺒﱠ ﺎ رُ ﺑِ ﺮَ ﺣْ ﻤَ ﺘِ ﻚَ یَﺎ أَ رْ ﺣَ ﻢَ ا ﻟ ﺮﱠ ا ﺣِ ﻤِ ﻴْ ﻦَ. وَﺻَ ѧ ﻠﱠ ﻰ ا ﷲُ ﻋَ ﻠَ ѧ ﻰ ﺧَ ﻴْ ѧ ﺮِ ﺧَ ﻠْ ﻘِ ѧ ﻪِ ﻣُ ﺤَ ﻤﱠ ѧ ﺪٍ
وَ ﺁ ﻟِ ﻪِ وَﺻَ ﺤْ ﺒِ ﻪِ أَ ﺟْ ﻤَ ﻌِ ﻴْ ﻦَ, وَ ا ﻟْ ﺤَ ﻤْ ﺪُ ﻟِ ﻠﱠ ﻪِ رَ بﱢ ا ﻟْ ﻌَ ﺎ ﻟَ ﻤِ ﻴْ ﻦَ. ﺁ ﻣِ ﻴْ ﻦْ. 
Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepadaMu nikmat yang sempurna, perlindungan 
yang lama, rahmat yang tidak pernah sirna dan maafMu selamanya. Ya Allah, aku 
memohon kepadaMu kehidupan yang paling melimpah, umur yang paling bahagia, 
kebaikan yang paling sempurna, nikmat yang paling cukup, karunia yang paling baik, 
kelembutan yang paling dekat, amal yang paling shaleh, ilmu yang paling bermanfaat 
dan rizki yang paling leluasa. Ya, Allah, jadilah Eukau pelindung kami dan jangan 
Eukau menjadi musuh kami. Ya Allah, akhiri umur kami dengan kebahagiaan, 
wujudkan perbuatan kami sebagai tambahan kebaikan, temani langkah dan gerak 
kami dengan maafMu, jadikan tempat kembali dan tujuan kami hanyalah rahmatMu, 
curahkanlah atas dosa-dosa kami pengampunanMu, karuniailah dan gantilah dengan 
kebaikan semua cacat-cacat kami. Ya Allah, jadikanlah taqwa sebagai bekal kami, 
agama sebagai tempat kesungguhan kami, dan hanya kepadaMu kami bertawakal dan 
bergantung. Ya Allah,  tetapkan kami dalam istiqamah, lindungi kami dari penyesalan 
kelak di hari Kiamat. Ringankan semua dosa dan kesalahan kami yang begitu banyak 
dan berat, berikan kepada kami kehidupan orang-orang shaleh. Hindarkan dan 
jauhkan Ya Allah, dari semua tipu daya dan usaha orang-orang jahat. Ya Allah, 
bebaskan keluarga kami, keluarga bapak dan ibu kami dari siksa api neraka. Bebaskan 
kami dari hutang yang melilit dan dari perbuatan orang-orang dhalim, karena 
sesungguhnya Eukau Maha Gagah dan Pengampun, Eukau Maha Dermawan dan 
Maha Penutup (aib), Eukau Maha Sabar dan Kuasa. Semua itu adalah karena rahmat 
(kasih saying)Mu ya Allah yang Maha  Pengasih dan Penyayang. Semoga Allah 
senantiasa memberikan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad Saw, keluarga 
dan para sahabatnya semuanya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Semoga 
Allah mengabulkan semua doa kami." 
 Demikian, di antara nasihat Imam Ghazali untuk kita pencari ilmu. Mari kita 
coba wujudkan semangat ilmu untuk amal dan amal berdasarkan ilmu, agar kita dapat 
meraih kebahagian di dunia dan di akhirat. Amin. Wallahu a'lam.  
**Makalah ini dipresentasikan khusus buat adik-adik tercinta, teman-teman 
seperjuangan, siswa-siswi SIC (Sekolah Indonesia Cairo) dalam pengajian remaja 
rutin hari Sabtu. Semoga bermanfaat, amin.