Kamis, 09 Desember 2010

Music of my Life ( GOD BLESS )


God Bless adalah grup musik rock yang telah menjadi legenda di Indonesia. Dasawarsa 1970-an bisa dianggap sebagai tahun-tahun kejayaan mereka. Salah satu bukti nama besar mereka adalah sewaktu God Bless dipilih sebagai pembuka konser grup musik rock legendaris dunia, Deep Purple di Jakarta (1975).

Daftar isi

 [sembunyikan]


Sejarah


Era 1970-an

Berdirinya God Bless berawal dengan kembalinya Ahmad "Iyek" Albar kembali ke Tanah Air setelah beberapa tahun tinggal di Belanda, ia pun berangan-angan membentuk band sendiri yang lebih serius. Beliau kembali dari Belanda bersama dengan Ludwig Lemans (gitaris Clover Leaf, band Iyek ketika masih di Belanda). Iyek lalu mengajak (almarhum) Fuad Hassan (drum) dan Donny Fattah (bass) untuk membentuk band. Inilah yang melatarbelakangi berdirinya Crazy Wheels, sebelum akhirnya band tersebut - yang mengadakan konser perdananya di TIM (Taman Ismail Marzuki) lalu mengikuti pentas musik "Summer '28", semacam pentas 'Woodstock' ala Indonesia di Ragunan, Jakarta, yang diikuti berbagai band dari Indonesia, Malysia dan Filipina - mengubah namanya menjadi God Bless pada tanggal 5 Mei 1973.
Jockie Surjoprajogo (keyboard) sendiri baru bergabung dengan Crazy Wheels/God Bless pada awal tahun 1973. Beliau dimaksudkan sebagai pengganti Deddy Dores - yang sempat bergabung dengan God Bless namun tidak bertahan lama dalam band tersebut karena harus mengurus bandnya sendiri, Rhapsodia. Namun Jockie juga tidak bisa bertahan lama. Posisi beliau pun digantikan oleh (almarhum) Soman Lubis.
Pada bulan Juni 1974, Fuad Hasan dan Soman Lubis (keyboard) mengalami kecelakaan lalu lintas di Tugu PancoranJakarta SelatanGod Bless pun melalui masa berkabung. Ditambah lagi, sang gitaris Ludwig Lemans juga memutuskan untuk keluar dari God Bless. Dengan demikian, personil yang tersisa tinggal Ahmad Albar dan Donny Fattah. Untuk mengisi kekosongan pada kibor, mereka mengajak Jockie untuk bergabung kembali. Jockie lantas mengajak Ian Antono (gitar) dan Teddy Sujaya (drum) untuk bergabung dengan God Bless.
Untuk mengenang Fuad Hassan dan Soman Lubis, God Bless tampil di TIM dengan tema mengenang seratus hari Fuad Hasan dan Soman Lubis dengan atraksi mengusung peti mati diatas panggung.
Pada awalnya, God Bless bukanlah band yang memiliki lagu. Mereka hanya band yang biasa membawakan lagu-lagu orang pada setiap penampilan mereka. Proses masuknya band legendaris ini kedalam dapur rekaman dimulai dengan coba-coba. Mereka menulis lagu, dan lantas merekamnya. Mereka merekamnya di sebuah studio yang dikelola oleh Alex Kumara (ahli broadcast). Rekaman-rekaman ini bisa sampai ke telinga PT Aquarius Musikindo karena Suryoko - bos Aquarius - sering belajar gitar di rumah Ian. Mereka berdua memang sudah bersahabat sejak lama. Dan pada tahun 1975, God Bless merilis album perdananya.


Era 80-an

Personil God Bless pada album CERMIN
Menjelang pembuatan album kedua, Jockie Surjoprajogo keluar dari formasi, posisinya kemudian diambil alih oleh Abadi Soesman yang bergabung tahun 1979 dan ikut terlibat di pembuatan album Cermin (1980). Album Cermin (1980) mengandalkan lagu seperti Musisi, Anak Adam, Selamat Pagi Indonesia atau Sodom Gomorah. Pada album ini, konsep musik God Bless sedikit berubah menghadirkan ramuan aransemen lagu-lagunya terkesan lebih rumit dan membutuhkan skill tinggi dalam memainkannya. Album Cermin pun merupakan representasi dari pemberontakan God Bless terhadap dominasi industri rekaman ketika itu yang selalu mencekokkan komersialisme atas tuntutan pasar yang ketika itu sedang didominasi musik pop yang bertemakan cinta dalam pandangan secara sempit. Dua tahun setelah album Cermin dirilis, Abadi Soesman mengundurkan diri.
Pada sekitar tahun 1980-an, salah satu promotor rock asal Surabaya, Log Zhelebour mulai gencar mementaskan festival rock di Indonesia, dan mulailah membangunkan God Bless dari "tidur panjangnya" dengan menjadikan lagu-lagu God Bless sebagai lagu "wajib" juga personilnya menjadi juri di festival yang akhirnya banyak melahirkan band-band rock di Indonesia, seperti Grass RockElpamas, sampai Slank.
Dari sekedar menjadi juri tersebut, pada tahun 1988 God Bless akhirnya melahirkan album come back Semut Hitam yang meledak di pasaran waktu itu, dengan hitsnya seperti Rumah Kita, Semut Hitam, atau Kehidupan. Di album ini, terjadi lagi perubahan konsep musik God Bless. Dari yang tadinya lebih bernuansa rock progresif secara drastis berubah menjadi sedikit lebih keras dengan adanya pengaruh musik hard rock dan heavy metal. Album ini juga menjadi inspirasi anak muda agar dapat terus berkarya dalam bidang musik rock. Namun,setelah album Semut Hitam keluar, Ian Antono menyatakan keluar dari formasi God Bless. Posisinya kemudian digantikan oleh gitaris muda berbakat, Eet Sjahranie. Setelah masuknya Eet Sjahranie, pada tahun 1989 dirilislah album berjudul Raksasa dengan hits Menjilat Matahari, Maret 1989, atau Misteri. Eet Sjahranie berhasil me-refresh sound gitar Ian Antono dan menjadikan God Bless lebih agresif. Ian Antono sendiri, setelah keluar dari God Bless terhitung sukses merintis karier solo sebagai pencipta lagu, aranjer dan produser.


Era 90-an

Setelah melewati masa vakum yang cukup panjang, tahun 1997, para personel God Bless, termasuk Eet Sjahranie dan Ian Antono kembali berkumpul. 'Workshop' yang mereka gelar di kawasan Puncak, menghasilkan sebuah album berjudul Apa Kabar. Namun reuni ini tidak berlangsung lama karena Eet secara resmi mengundurkan diri dari formasi God Bless dan konsentrasi untuk bandnya sendiri, Edane yang sejak tahun 1992 sudah merilis album perdananya, The Beast.
Walau tidak banyak merilis album, God Bless, dianggap merupakan legenda grup musik rock Indonesia karena dianggap sebagai pelopor yang memiliki kualitas bermusik tinggi. Sepanjang perjalanannya, grup ini mengalami 15 kali lebih pergantian personil yang disebut sebagai 'formasi', dan saat ini tinggal Ahmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), dan Donny Fattah Gagola (bass) yang masih dapat dikatakan sebagai personil aktif grup.


Era 2000-an

Pada Februari 2009 lalu, mereka tampil di acara Kick Andy di Metro TV dengan 5 orang personil, yaitu Ahmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fattah (bass), Yaya Moektio (drum) dan Abadi Soesman (kibor). Mereka menyatakan akan mengeluarkan album baru dalam waktu dekat ini. Dan tepat pada awal Mei 2009, God Bless akhirnya mengeluarkan album terbarunya yang berjudul 36th.

Music of my Life ( STEEL HEART )


Formation

Steelheart started off as a rock band called Red Alert whose members included James Ward (bass), Chris Risola (guitars), Jack Wilkenson (drums) and after auditioning, Miljenko Matijevic on vocals. Frank DiCostanzo joined as a second guitarist and John Fowler replaced Jack Wilkenson on drums, after leaving the band Rage of Angels. Recording a four-track demo tape, Matijevic managed to meet artist manager Stan Poses. Poses wasn't interested but the next day, after hearing the demo tape, called confirming that "Red Alert" had just been given a contract with MCA records. Realizing that the Red Alert name was already taken, the band settled on Steelheart allegedly because of their attitude after trying to get a record deal for so long.


The early years (1990-1992)

Steelheart released their self-titled debut album in 1990. It sold 33,000 albums on its first day in Japan alone, and quickly hit platinum status. The ballad "She's Gone" which showcased Matijevic's wide vocal range hit #1 on the International Charts, staying there for 17 weeks. The ballad maintains its popularity in East Asian region until today. It has been played by most of the cover bands those performing in the nightclubs in this region almost every night. It also has been covered by a band in Malaysia who called themselves NRG on the 5th track in their debut album 'Cenderajiwa' in 1992. The second single "I'll Never Let You Go (Angel Eyes)" reached #14 on the billboard charts, and was MTV's 2nd most requested video. The album reached #40 on the billboard charts. "Everybody Loves Eileen" and its accompanying video also garnered much success. The song "Can't Stop Me Lovin' You" further showcased Matijevic's vocal range, but this time, lead guitarist Risola's guitar skills were also noticed. The accompanying video was another of the band's hits.
Steelheart's sophomore album, "Tangled In Reins" with many songs containing sounds more like Guns N' Roses than its debut. The song "Steelheart" featured Matijevic hitting his highest note of all the three albums. Since grunge invasion was taking force, the album only reached #144 on the billboard charts. However the ballad "Mama Don't You Cry" charted #1 in many East Asian Countries, including Hong Kong, prompting their Asian tour in September, 1992. The MTV unplugged version in Hong Kong was a success, attracting an audience of over 10,000. After weeks of touring in Asia, Steelheart was later asked by the heavy metal band, Slaughter, to go on tour with them. Nearing the end of the tour, Slaughter asked Steelheart to perform one last show which would occur in Denver, Colorado. The show took place on Halloween night. While performing, "Dancing in the Fire", a hit from the "Tangled in Reins" album, Matijevic decided to climb a lighting truss, which was improperly secured. Matijevic tried to dodge the massive rig, but without success. The 1000 pound truss hit Matijevic on the back of the head and he fell face first onto the stage, breaking his nose, cheekbone, and jaw, and twisting his spine. Matijevic managed to walk off the stage and he was immediately taken to a hospital. "Steelheart" ended that night.


Wait
 (1996)

Four years later, Matijevic formed a new version of Steelheart with Kenny Kanowski (guitars), Vincent Mele (bass) and Alex Makarovich (drums) to record and release the album "Wait". The album was very different from the previous two albums. The single "Wait" went #1 in many Asian countries, however that was the main area of the album's success, the grunge invasion causing the American European markets to be near closed to classic rock. Original member James Ward joined Steelheart on the tour supporting the album. Also on the "Wait" album, "We All Die Young", the first track, was in the motion picture, "Rock Star," starring Mark Wahlberg. Matijevic stated that "Wait" was the choice of the title because it took a long time to gain freedom from the record company and his greedy manager, who was taking more than what was his.


Rock Star
 (2001)

In 2001, Matijevic provided the some of the vocals for Mark Wahlberg's character in the movie, Rock Star, a story about a music fan who gets to become the singer for his favorite band. The band itself was made up of Zakk Wylde (Ozzy Osbourne's former guitarist and frontman of Black Label Society), Jeff Pilson (Dokken) and Jason Bonham, son of Led Zeppelin drummer John Bonham. The film also featured a re-recording of the song "We All Die Young", from the Steelheart's third album Wait. Kenny Kanowski went on to record his new CD with Vincent Mele on bass, and various musicians from Los Angeles. His newest CD is entitled Yabble Diddy Woop Woop which has gotten rave reviews.


Reunion, Just a Taste and Good 2B Alive (2006–present)

According to the Steelheart website, a new album Good 2b Alive was due out November 11. 2008. Currently, the Just a Taste is available to order from the website as well as being available live on their most recent tour of the same name. It features three tracks from the upcoming Good 2b Alive, "LOL (Laughing Out Loud)", "Twisted Future", and "Buried Unkind", as well as the previously released track "We All Die Young", from Steelheart's album Wait. The EP is also a preview of what the new players of the band (Mike Humbert on drums and Uros Raskovski on lead guitar have to offer). Steelheart's new sound is modern and edgy while still retaining overtones of Miijenko Matijevic's roots. The live Steelheart DVD is also available online. Meanwhile, former drummer for Steelheart,John Fowler, was working on two new projects- the Voodoo Jets and Smoke before his death. He died on 3/21/08 after falling into a coma from suffering a brain aneurysm on 3/17/08. Chris Risola has a guitar studio and rejoined Steelheart for the Just a Taste tour and the touring circle for the album Good 2b Alive. Instrumental guitarist Bill Lonero joined SteelHeart for the Rocklahoma festival on July 13, 2008. He was replaced after Lonero left to pursue his band LoNero full-time. Uros Raskovski rejoined the band in early 2009. Uros worked with Miljenko on the new album Good 2B Alive. In 2010, Uros Raskovski left Steelheart once again and the band decided to continue on as a four piece.
Frank DiCostanzo currently plays guitar and vocals in a band called Pimpinella.[2]

Europe adalah grup musik hard rock terkenal asal Swedia yang meraih popularitas tinggi di era 1980an sampai dengan awal dekade 1990. Awalnya grup ini beraliran progressive metal. Namun setelah menambahkan unsur keyboards di dalam musiknya, Europe mulai mendunia. Lagu "The Final Countdown" yang sangat didominasi riff keyboards adalah lagu yang melesatkan Europe sebagai salah satu band hard rock papan atas dunia. Sejak didirikan tahun 1979, Europe berhasil menjual lebih dari 20 juta rekaman di seluruh dunia. Setelah sempat memutuskan untuk istirahat sekitar tahun 1993, akhirnya Europe kembali ke blantika rock dunia pada tahun 2003 dan masih eksis hingga sekarang.

Daftar isi

 [sembunyikan]


Sejarah

Grup ini dibentuk tahun 1979 di Upplands VäsbyStockholmSwedia oleh vokalis Joey Tempest, gitaris John Norum, bassis Peter Olsson, dan drummer Tony Reno dengan nama Force. Setelah memenangkan kontes musik tingkat nasional, mereka mengganti nama menjadi Europe. Pada tahun 1981, bassis Peter Olsson keluar dan diganti John Leven. Tahun 1985 drummer Tony Reno digantikan Ian Haugland eks drummer grup Trilogy. Pemain keyboards Mic Michaeli juga direkrut untuk memperkuat formasi band.


Sukses dunia

Dua album pertamanya diedarkan terbatas di tahun 1982 dan 1984, Europe dan Wings of Tomorrow. Keduanya mendapat sambutan cukup baik diJepang dan Skandinavia. Europe mendunia dan mencapai popularitas tinggi di tahun 1986 melalui album ketiga The Final Countdown. Album ini menghasilkan hit fenomenal "The Final Countdown" yang merajai tangga lagu nomor 1 di 26 negara.[rujukan?] Singelnya terjual sekitar 8 juta kopi. Albumnya sendiri terjual sekitar 6,5 juta kopi. Lagu lain di album ini seperti "Carrie", "Rock The Night", dan "Cherokee" melejit menjadi hit dunia. Akhir 1986 gitaris John Norum keluar karena perbedaan pandangan dengan personel lain dalam arah musik Europe.
Kee Marcello, gitaris band glam rock Easy Action, masuk dan menggantikan John Norum pada saat Europe sedang sibuk menggelar tur. Tahun 1988, Europe merilis album keempat Out of This World yang menelurkan hit Superstitious. Meskipun tidak se-fenomenal album sebelumnya, Out of This World masih sanggup meraih beberapa platinum. Setelah itu, Europe sukses menggelar tur dunia.
Tahun 1991 Europe merilis album kelima, Prisoners in Paradise. Dibandingkan dengan kesuksesan dua album multiplatinum sebelumnya, album kelima ini tidak terlalu bagus penjualannya karena hanya terjual sekitar 1 juta kopi di seluruh dunia. Prisoners in Paradise sempat mencetak hit "I'll Cry for You" dan track yang berjudul sama dengan album yakni "Prisoners in Paradise" .
Bertahun-tahun hidup dalam tur yang melelahkan membuat personel Europe memutuskan untuk beristirahat. Rencana istirahat dua tahun ternyata menjadi lebih panjang, anggota Europe menjadi sibuk dengan solo karier masing-masing dan proyek lain. Gempuran musik grunge yang melanda dunia ikut membuat sebagian besar pasar musik hard rock seperti yang diusung Europe ikut terkubur.


Reuni

Tahun 1999 Europe diundang untuk membuat konser reuni. Gitaris John Norum dan Kee Marcello setuju untuk tampil bersama dalam sebuah konser malam tahun baru di Stockholm. Mereka membawakan dua hit klasik yaitu Rock The Night dan The Final Countdown di konser ini.
Setelah konser reuni ini, kabar mengenai reuni total mulai merebak. Tahun 2003, Europe memutuskan untuk kembali ke kancah musik rock dengan formasi klasik mereka era "The Final Countdown", Joey Tempest (vokal), John Norum (gitar), Mic Michaeli (keyboards), John Leven (bass), dan Ian Haugland (drum). Meskipun ditawari, gitaris Kee Marcello memutuskan tidak ikut bergabung.
Tahun 2004 Europe merilis album Start From the Dark yang ternyata mendapat sambutan cukup hangat dari penggemarnya. Menampilkan warna hard rock yang lebih keras dan pekat dengan balutan gitar yang lebih kental, album ini terjual lebih dari 600.000 kopi. Warna musik yang disuguhkan sangat berbeda dengan warna musik mereka di era 1980-an. Tahun 2006 Europe merilis album Secret Society yang masih sewarna dengan album Start From The Dark. Europe tampaknya memutuskan untuk tidak kembali ke sound mereka di tahun 1980-an yang melodius. Mereka tampil dengan musik yang lebih garang yang lebih menonjolkan distorsi gitar down-tuned dan roffel drum yang kuat. Tanggal 9 September 2009 Europe merilis album terbarunya yang diberi judul Last Look at Eden.

Music of my Life ( QUEEN )


Queen adalah bahasa Inggris untuk Ratu.
Lambang Queen, dirancang oleh Freddie Mercury
Queen adalah kelompok musik rock dari Britania Raya yang berjaya di tahun 70-an sampai 90-an. Bahkan sampai sekarang mereka masih terkenal, terutama karena lagu-lagunya yang sering diputar seperti "We Are the Champions", "Bohemian Rhapsody" dan "We Will Rock You". Mereka sejak awal sampai akhir tidak pernah mengalami pergantian personel, dengan empat anggota John DeaconBrian MayFreddie Mercury dan Roger Taylor. Queen sempat vakum di awal 1990-an ketika Freddie Mercury meninggal dunia karena AIDS. Meskipun begitu, mereka masih sempat mengeluarkan album baru, yaitu Made In Heaven pada 1995 dengan menggunakan suara Mercury yang direkam sebelumnya. Mereka juga sempat mengeluarkan singel baru, No-One But You (Only The Good Die Young) pada 1998. Di singel ini, gitaris Brian May merangkap sebagai vokalis karena Queen belum mendapatkan vokalis tetap. Sebelumnya, Queen sempat mengadakan proyek Queen + .... Proyek ini adalah proyek di mana Queen berkolaborasi dengan artis-artis lainnya sepertiGeorge MichaelElton JohnLuciano Pavarotti, dan sebagainya. Queen + ... sudah terlihat sejak diadakannya Freddie Mercury Tribute Concert untuk mengenang Freddie Mercury pada 1992. Hanya saja, Queen + ... cuma menyanyikan lagu-lagu lama mereka yang menjadi hits, seperti Somebody to Love,Too Much Love Will Kill You, dan sebagainya. Setelah rilis singel No-One But You (Only The Good Die Young), basis John Deacon memutuskan untuk mengakhiri kebersamaannya dengan Queen. Pada 2004, Queen menemukan vokalis baru, yaitu Paul Rodgers. Mereka sempat mengadakan show di Hyde Park, Sheffield, Inggris. Pada 2008, Queen dan Paul Rodgers berencana untuk mengeluarkan album baru.