Kamis, 16 Desember 2010

MESKI KAU TAK KUMILIKI


Apa yang kau rasa
ku hanya bisa menatap cinta,
dinding hatiku bagai lorong kosong…
Hampa tak berwarna.
Namun Tak bisa nyawa bernafas dalam jika…
tak sanggup nadi berdenyut dalam andai
tak kuasa jantung memompa dalam seumpama
dan demi hidup
biar kulepas hasrat
kesampingkan manfaat
mungkin meramu kecewa jadi bahagia adalah tabibnya
kan tulus janji setia hati mengisi
meski kini kau tak kumiliki
tak akan kuhindari jika ini ridho Illahi
jangan anggap diri berlari
pun juga hindari
kuhanya inginkan kebahagiaan hakiki dari Yang Maha Suci
sampai nanti kudapati,
dan tak ada tempat tuk rapuh lagi….
Berbahagialah…..

SELAMAT DATANG KEMBALI, SAYANG


***
Angin syahdu mendendang senandung merdu
bait demi bait terlantun,
mekarkan kembang hidupkan taman.
Ini kisah gembira, tentang kembalinya sang Bayu nan
teduh;
Sang kawan sejati,
Sang teman sehati,
kala menatap Cinta.
Dinda, mengapa pergi demikian lama?
Tak tahukah engkau rindu tlah menggunung?
Kini engkau kembali, wahai putri jelita
Kini kerinduan tlah terobati,
Berganti gejolak yang tak kalah merisaukan;
Penantian akan Senyum yang kau tebar,
Senyum termanis dari jiwa yang Indah.
Dan,
Tanganpun terulur sambut semerbak kembang setaman;
“Mari dinda, warnai samudra dengan goresan pena.”